Pages

Anda Pembaca Ke

Diberdayakan oleh Blogger.

Kamis, 20 Juni 2013

Surat cinta untuk dirinya

Surat cinta untuk Kamu masa laluku

 Untuk penyebab tangisku, Kamu. Kekasihku !
18 Juni 2013

Kubuka lagi inbox di handphone-ku, kubaca setiap pesan darimu. Yang memenuhi inbox handphone-ku. Sampai akhirnya aku teringat oleh kenangan-kenangan kita saat dulu. Saat dia belum memasuki kehidupanmu. Kulihat juga durasi telfon kita dulu, saat kita menghabiskan malam dengan penuh obrolan dan candaan.

Sudah beberapa minggu sejak peristiwa itu. Saat pertengkaran kita memuncak pada kata saling menjauh. Saat cekcok kita berujung dengan kata pisah. Bukan karena kita, bukan karena aku ataupun kamu. Tapi karena dia. Mantanmu. Dia begitu menggilaimu. Dia begitu keras ingin kamu selalu ada disampingnya. Dia masih sulit melupakanmu, walau dia tau kalau kamu sudah bersamaku.

Pesan singkatnya masih saja mengisi inbox handphone-mu. Dan tau apa yang aku rasakan saat itu? Rasanya aku ingin meyadarkanmu, mengoyah-goyahkan tubuhmu “Dia itu mantanmu. Dia masa lalumu. Aku ini kekasihmu. Aku masa depanmu."

Tapi apa dayaku, kamu juga masih menanam rasa simpatik pada nya. Walau kau tau, kau selalu disia-siakan. dia penuh dengan rasa gengsi, penuh dengan ketidakpedulian kepadamu. Dibanding aku yang selalu ingin menjagamu, hatiku yang penuh dengan kegelisahan tentang keadaanmu. kamu lebih mementingkan dia? SADARLAH !!!

Tapi lupakan tentang dia. Malam ini saat jentikan jemariku mengisi lembaran ceritaku. Saat ini aku masih mengharapkan handphone-ku terisi dengan pasan singkat baru darimu. Mengharapkan kabar tentang dirimu. Tapi apakah memberikan kabar kepada kekasihmu itu hal yang berat? Ya. Aku hanya kekasih abu-abu mu.

Kautau? Malam ini aku merasakan, aku sangat menyangimu. Tapi semua telah terlanjur, dia.dia dan dia sudah masuk kedalam kehidupanmu lagi. Kadang aku suka bertanya-tanya apakah rasa sayangmu untukku, masih sama seperti dulu sebelum dia masuk lagi kedalam kehidupanmu?

Sempat kadang kau membangkitkanku kalau kita bisa kembali seperti dulu. Saat masa lalumu itu tak lagi menggagumu. Saat kita bisa bahagia dengan jalan kita, aku dan kamu yang dulu satu. Tapi entah mengapa, aku ragu untuk kita bisa kembali seprti dulu. Entah masih ada yang mengganjal dalam hatiku. Entahlah… Semua terjadi di luar perkiraanku, kita seperti dipermainkan takdir.

Aku tidak pernah berbohong kalau aku berkata rindu. Aku tidak pernah menggunakan topeng ketika aku berkata tentang rasa sayangku kepadamu. Aku menyayangimu, setulus, dan sesederhana itu. Namun kadang kala kau meragukan semua itu.

Aku bukan seperti kekasihmu yang lain, yang sering kali mengabaikanmu, yang sering kali membakar emosimu dengan ketidakpedulian mereka. Tapi, sekeras apapun perjuanganku, mengapa tetap saja sulit membuatmu, menatapku?


Dari kekasih abu-abu mu yang sering kali kau abaikan
Yang kadang kala membasahi selimut tidurnya
Dengan air mata
Yang terjatuh untukmu

Dengan cinta :)
Nur Hasanah

separador

0 komentar:

Followers