Pages

Anda Pembaca Ke

Diberdayakan oleh Blogger.

Rabu, 10 April 2013

Cinta Lebih Kental dari Darah



Ada seorang kakak dan seorang adik. Mereka perempuan, dan saling menyayangi satu sama lain. Hampir setiap hari mereka menghabiskan waktu saling berbagi cerita. Kakak senantiasa menjaga adiknya, dan adik pun menuruti semua yg dinasehati oleh sang kakak.
Suatu hari , ketika sang adik sedang memegang secangkir teh. Tiba-tiba cangkir itu terlepas dari genggaman sang adik. Kemudian hening…. “derrt… derrtt” handphone sang adik bergetar.  saat itu juga sang adik melihat handphone nya, dan ternyata ia menerima sms dari ibu.
Di sms itu sang ibu memberitahukan bawa kakak yang sangat ia sayang dan senantiasa menjaganya mengalami kecelakaan dan sudah dilarikan kerumah sakit. Tanpa banyak berfikir, dengn pakaian sederhana sang adik pergi ke rumah sakit tempat kakaknya dilarikan.
Sesampainya dirumah sakit, keluarga sudah berkumpul. Semua menangis. Satu persatu menghampiri sang adik dan menyarankan kepadanya agar dia jangan menangis karena kakak yang sangat ia sayang itu sudah pergi kesurga. Rasa haru, sedu, duka menyelubungi perasaan sang adik.
Ternyata saat ia sampai kerumah sakit, sang kakak sudah dipanggil oleh yang maha kuasa. Ia hanya melihat jasad wanita yang sangat ia sayang itu dengan wajah tenang tertidur pulas dengan  terselimuti kain putih.
Setelah kepergian sang kakak, setiap hari sang adik selalu merenung. Dia masih belum bisa menerima kenyataan bahwa sang kakak yg sangat ia sayang itu sudah pergi untuk selamanya Sudah banyak orang yang berusaha untuk menhibur tetapi tidak ada yang bisa membuat ia ceria seperti dulu. Ia  berfikir bahwa tidak ada lagi yg akan senantiasa menjaganya. Apalagi dia sudah tahu kalo selama ini kakak yang sangat ia sayang itu bukanlah kakak kandungnya.
Tapi suatu malam, sang adik memimpikan sang kakak. Saat itu ia melihat kakaknya bermain  bersama dengan perempuan-perempuan yang secantik bidadari. Semuanya memegang lilin dengan cahaya api yang menyala ditangan mereka. Tetapi ia melihat lilin yang ditangan sang kakak tidak menyala.
Lalu sang adik menghampiri sang kakak dan  bertanya  “mengapa lilin ditangan kakak tidak menyala seperti yang lain?” sambil memasang mata berkaca-kaca sang kakak menjawab “Kakak senantiasa menyalakan lilin ini dengan api. tetapi setiap kali lilin ini menyala, air matamu selalu jatuh diatas lilin ini dan memadamkan apinya. Untuk itu kakak minta agar kamu jangan bersedih dan kembalilah ceria seperti dulu. Kau tak perlu menangisi kakak karena dini kakak sudah bahagia. Dan kau juga tidak perlu merasa kalau dirimu tidak ada yang menjaga Karena dari sini kakak senantiasa menjagamu”
Sang adik terbangun dari mimpinya. Dan sejak malam itu ia berfikir bahwa semua yang dikatakan kakaknya itu benar. Dan sang adik berusaha ceria kembali seperti dulu.

separador

0 komentar:

Followers