Ada seorang kakak dan seorang adik. Mereka
perempuan, dan saling menyayangi satu sama lain. Hampir setiap hari mereka
menghabiskan waktu saling berbagi cerita. Kakak senantiasa menjaga adiknya, dan
adik pun menuruti semua yg dinasehati oleh sang kakak.
Suatu hari , ketika sang adik sedang memegang
secangkir teh. Tiba-tiba cangkir itu terlepas dari genggaman sang adik.
Kemudian hening…. “derrt… derrtt” handphone sang adik bergetar. saat itu juga sang adik melihat handphone nya,
dan ternyata ia menerima sms dari ibu.
Di sms itu sang ibu memberitahukan bawa kakak
yang sangat ia sayang dan senantiasa menjaganya mengalami kecelakaan dan sudah
dilarikan kerumah sakit. Tanpa banyak berfikir, dengn pakaian sederhana sang
adik pergi ke rumah sakit tempat kakaknya dilarikan.
Sesampainya dirumah sakit, keluarga sudah
berkumpul. Semua menangis. Satu persatu menghampiri sang adik dan menyarankan
kepadanya agar dia jangan menangis karena kakak yang sangat ia sayang itu sudah
pergi kesurga. Rasa haru, sedu, duka menyelubungi perasaan sang adik.
Ternyata saat ia sampai kerumah sakit, sang
kakak sudah dipanggil oleh yang maha kuasa. Ia hanya melihat jasad wanita yang
sangat ia sayang itu dengan wajah tenang tertidur pulas dengan terselimuti kain putih.
Setelah kepergian sang kakak, setiap hari
sang adik selalu merenung. Dia masih belum bisa menerima kenyataan bahwa sang
kakak yg sangat ia sayang itu sudah pergi untuk selamanya Sudah banyak orang
yang berusaha untuk menhibur tetapi tidak ada yang bisa membuat ia ceria seperti
dulu. Ia berfikir bahwa tidak ada lagi
yg akan senantiasa menjaganya. Apalagi dia sudah tahu kalo selama ini kakak
yang sangat ia sayang itu bukanlah kakak kandungnya.
Tapi suatu malam, sang adik memimpikan sang
kakak. Saat itu ia melihat kakaknya bermain
bersama dengan perempuan-perempuan yang secantik bidadari. Semuanya
memegang lilin dengan cahaya api yang menyala ditangan mereka. Tetapi ia
melihat lilin yang ditangan sang kakak tidak menyala.
Lalu sang adik menghampiri sang kakak
dan bertanya “mengapa lilin ditangan kakak tidak menyala
seperti yang lain?” sambil memasang mata berkaca-kaca sang kakak menjawab
“Kakak senantiasa menyalakan lilin ini dengan api. tetapi setiap kali lilin ini
menyala, air matamu selalu jatuh diatas lilin ini dan memadamkan apinya. Untuk
itu kakak minta agar kamu jangan bersedih dan kembalilah ceria seperti dulu.
Kau tak perlu menangisi kakak karena dini kakak sudah bahagia. Dan kau juga
tidak perlu merasa kalau dirimu tidak ada yang menjaga Karena dari sini kakak
senantiasa menjagamu”
Sang adik terbangun dari mimpinya. Dan sejak
malam itu ia berfikir bahwa semua yang dikatakan kakaknya itu benar. Dan sang
adik berusaha ceria kembali seperti dulu.


0 komentar:
Posting Komentar