Pages

Anda Pembaca Ke

Diberdayakan oleh Blogger.

Minggu, 28 April 2013

Manusia Bodoh



 Aku tau dalam hidup ini semua orang pasti mempunyai masalah tersendiri. Masalah yang dimana membuat kita ingin merasa lebih kuat. Membuat kita berfikir kritis untuk menyelesaikan masalah itu. Masalah yang tidak memifirkan waktu ketika datang dan pergi dengan membekaskan memori tidak enak dalam fikiran kita. Itu terkadang membuat kita lemah.
            Tetapi inilah hidup, realita. Kita harus menghadapi manis pahitnya. Dan masalahku? Ada apa denganku? Aku berusaha ceria, hidup tanpa beban, acuh tak acuh dengan apa yg sedang kuhadapi. Padahal dalam fikiran dan hatiku penuh dengan rasa cemas dengan masalah-masalah yang mengusik kebahagiaanku.
Ingin rasanya aku pergi meninggalkan semua ini. Lari dari semua beban dan masalah ini. Tetapi ini bukan seperti dongeng, dimana aku bisa menetukan jalan cerita sesuka hatiku. Ini hidup, ini nyata. Semuanya sudah diatur oleh yang maha kuasa. Disamping itu juga aku tidak rela meninggalkan orang yang aku sayang. Bagaimana dengan orang yang sayang denganku? Apa aku memperdulikannya?
Terkadang aku tolol! Lebih memperdulikan orang yang aku sayang tanpa memperdulikan orang yang sayang denganku. Sudah banyak sekali air mata yang aku teteskan untuk orang yang aku sayang, aku meneteskan air mata itu tanpa memikirkan berapa banyak orang yang yang sayang denganku meneteskan air matanya untukku. Aku sering berkorban banyak untuk orang yang aku sayang tanpa memperdulikan pengorbanan orang yang sayang denganku. Aku sampai sakit memikirkan orang begitu aku sayang tanpa memikirkan seberapa besar perhatian yang diberikan oleh orang yang begitu sayang denganku.
Terkadang aku berfikir kritis. Disaat aku sakit, tidak berdaya, susah. Apakah orang yang aku sayang ada disampingku? Tidak! Aku terlalu bodoh jika mengharapkan orang itu. Apakah orang yang sayang denganku dan aku acuhkan padaku, mereka mengacuhkan aku juga? Tidak! Tetapi merekalah yang senantiasa menemaniku.
Bukan soal kekasih adik, kakak, atau gebetan aku banyak mengalah. Tetapi soal teman yang mungkin bisa dibilang juga teman dekat. Aku kadang lebih suka menghindarinya jika ia sedang bersenang-senang. Dan aku sangat ingin menghampirinya lagi saat ia bersedih. Aku juga yang ingin sekali membangunkannya saat ia terjatuh.
Aku juga sering mengalah dengan adikku. Aku sering dibilang terlewat sabar menhadapi tingkah laku adikku sendiri. Aku begitu Karena aku menyayanginya. Jangankan adik kandung, adik yang bukan adik kandungpun sangat aku sayang, bahkan lebih. Tetapi apakah dia memperdulikan posisi seorang kakak seperti aku? Kurasa tidak. Dia mungkin berfikir aku hanyalah seorang kakak bohongan yang tau bahwa aku mempunyai seorang adik bohongan juga.
Aku tau mengharapkan kasih sayang dari orang yang kita sayang tetapi orang itu mengacuhkan kita, itu hanya menyisakan sesak. Tapi apa aku memperdulikannya? Tidak! Aku tidak perduli seberapa sesak yang aku rasakan. Dalam menyangi orang aku juga tidak memperdulikan apakah orang itu menyayangiku juga atau tidak. Aku hanya memperdulikan niatku yang senantia ingin memberinya kasih sayang.
Menyayangi tanpa disayangi kadang membuat kita merasa perlu ada yang diperjuangkan, berjuangkan untuk etap menjaganya. Walaupun itu menyakitkan. Tetapi semakin hati disakiti maka semakin kuat juga untuk tetap mengasihi.
Ketika aku bercermin dan melihat bayanganku, ingin rasanya aku menggoyah-goyahkan tubuhku sambil berkata “lihatlah orang yang menyangimu, lihatlah pengorbanan mereka! Mereka kebahagiaanmu. Acuhlkanlah sesaat orang yang tidak memperdulikanmu. Mereka hanyalah piluhmu. Piluhmu juga menjadi beban untuk orang yang menyayangimu”. Tetapi kekukuhanku mengalahkan semua itu. Aku tetap terpacu oleh niatku untuk tetap ingin mengasihi tanpa dikasihi.
Manusia keras kepala, bodoh,tolol. Adakah manusia bodoh lain yang melebihi kebodohanku ini? Apakah aku cukup tolol untuk dikucilkan? Kurasa iya. Tetapi apakah orang yang menyangiku tega melakukan itu? Tidak!
Kalian! Kenapa kalian begitu memperdulikan aku? Kalian seharusnya lelah menghadapi aku yang keras kepala dan selalu mengacuhkan kalian. Mungkin ketika aku mempertanyakan hal ini salah satu dari mereka hanya tersenyum dengan mata berkaca-kaca sambil mengelus kepalaku dengan penuh kasih sayang.
Read more...
separador

Rabu, 24 April 2013

Metode LIFO dan FIFO


Metode akuntansi FIFO dan LIFO merupakan sarana pengelolaan persediaan dan masalah keuangan perusahaan yang berkaitan dengan persediaan barang yang dihasilkan, bahan baku, suku cadang, komponen atau saham feed.
FIFO merupakan singkatan dari First in first out atau dalam bahasa IndonesiaPertama masuk pertama keluar yang berarti bahwa persediaan yang pertama kali masuk itulah yang pertama kali dicatat sebagai barang yang dijual.
Metode FIFO menganggap bahwa harga pokok dari barang-barang yang pertama kali dibeli akan merupakan barang yang dijual pertama kali. Dalam metode ini persediaan akhir dinilai dengan harga pokok pembelian yang paling akhir.
Metode ini juga mengasumsikan bahwa barang yang terjual karena pesanan adalah barang yang mereka beli. Oleh karenanya, barang-barang yang dibeli pertama kali adalah barang-barang pertama yang dijual dan barang-barang sisa di tangan (persediaan akhir) diasumsikan untuk biaya akhir. Karenanya, untuk penentuan pendapatan, biaya-biaya sebelumnya dicocokkan dengan pendapatan dan biaya-biaya yang baru digunakan untuk penilaian laporan neraca.
Metode ini konsisten dengan arus biaya aktual, sejak pemilik barang dagang mencoba untuk menjual persediaan lama pertama kali. FIFO merupakan metode yang paling luas digunakan dalam penilaian persediaan.
Metode FIFO seringkali tidak nampak secara langsung pada aliran fisik dari barang tersebut karena pengambilan barang dari gudang lebih didasarkan pada pengaturan barangnya. Dengan demikian meode FIFO lebih nampak pada perhitungan harga pokok barang. Dalam metode FIFO, biaya yang digunakan untuk membeli barang pertama kali akan dikenali sebagai Cost of Goods Sold (COGS). Untuk perhitungan harga maka digunakan harga dari stok barang dari transaksi yang terdahulu.

LIFO merupakan singkatan dari Last in first out atau dalam bahasa Indonesia, Terakhir masuk pertama keluar yang berarti bahwa persediaan yang terakhir masuk adalah barang yang pertama kali dicatat sebagai barang yang dijual. Sejak tahun 1970-an, perusahaan-perusahaan di Amerika Serikat memilih untuk menggunakan sistem LIFO untuk mengurangi pajak pada saat terjadiinflasi
Metode LIFO membebankan biaya dari pembelian terakhir dan memberikan biaya yang paling dtua di akun persediaan. Ada beberapa cara untuk menerapkan metode LIFO. Karena setiap variasi menghasilkan, angka yang berbeda untuk biaya bahan baku yang dikeluarkan, biaya persediaan akhir, dan laba, maka penting untuk mengikuti prosedur yang dipilih secara konsisten.
*Kelebihan :
Mudah menandingakan kos sekarang dengan pendapatan sekarang
Jika harga naik, harga barang konservatif
laba operasi tidak tercemar oleh untung/rugi fluktuasi harga
Jika harga berfluktuasi , dapat meratakan laba tahunan.
*Kelemahan :
bertentangan dengan aliran fisik sesungguhnya
Tidak menunjukkan potensi jasa yang sesungguhnya /kos yang sudah usang.

*Perbandingan Metode-metode Persediaan
- FIFO
1. Menghasilkan harga pokok penjualan yang rendah
2. Menghasilkan laba kotor yang tinggi
3. Menghasilkan persediaan akhir yang tinggi
Selama periode inflasi atau kenaikan harga, penggunaan FIFO akan mengakibatkan hal ini, tapi dalam kondisi ekonomi turun, terjadi kebalikannya.
- LIFO
1. menghasilkan harga pokok penjualan yang tinggi
2. Menghasilkan laba kotor yang rendah
3. Menghasilkan persediaan akhir yang rendah
- Biaya rata-rata
Memperoleh hasil antara FIFO dan LIFO untuk ketiga konsep yang telah diuraikan.


RUMUS Harga Pokok Penjualan :

PERSEDIAAN AWAL + PEMBELIAN BERSIH - (PERSEDIAAN AKHIR)


Read more...
separador

Sabtu, 13 April 2013

Kisah Kasih Rama dan Shinta (Penyesalan)

Rama dan Sinta sedang duduk bersama di taman kampus tanpa melakukan apapun, hanya memandang langit sementara sahabat-sahabat mereka sedang asik bercanda ria dengan kekasih mereka masing-masing.
Sinta: "Duh bosen banget. Aku harap aku juga punya pacar yang bisa berbagi waktu denganku."
Rama: "Kayaknya cuma tinggal kita berdua deh yang jomblo. cuma kita berduasaja yang tidak punya pasangan sekarang." (keduanya mengeluh dan berdiam beberapa saat)
Sinta: "Kayaknya aku ada ide bagus deh. kita adakan permainan yuk?" Rama: "Eh? permainan apaan?"
Sinta: "Eng... gampang sih permainannya. Kamu jadi pacarku dan aku jadi pacarmu tapi hanya untuk 100 hari saja. gimana menurutmu?" Rama: "Baiklah.... lagian aku juga gada rencana apa-apa untuk beberapa bulan ke depan."
Sinta: "Kok kayaknya kamu gak terlalu niat ya... semangat dong! hari ini akan jadi hari pertama kita kencan. Mau jalan-jalan kemana nih?"
Rama: "Gimana kalo kita nonton saja? Kalo gak salah film The Harry Potter lagi maen deh. katanya film itu bagus"
Sinta: "OK dech.... Yuk kita pergi sekarang. tar pulang nonton kita ke karaoke ya... ajak aja adik kamu sama pacarnya biar seru."
Rama : "Boleh juga..." (mereka pun pergi nonton, berkaraoke dan Rama mengantarkan Sinta pulang malam harinya)
Hari ke 2: Rama dan Sinta menghabiskan waktu untuk ngobrol dan bercanda di kafe, suasana kafe yang remang-remang dan alunan musik yang syahdu membawa hati mereka pada situasi yang romantis. Sebelum pulang Rama membeli sebuah kalung perak berliontin bintang untuk Sinta.
Hari ke 3: Mereka pergi ke pusat perbelanjaan untuk mencari kado untuk seorang sahabat Rama. Setelah lelah berkeliling pusat perbelanjaan, mereka memutuskan membeli sebuah miniatur mobil mini. Setelah itu mereka beristirahat duduk di foodcourt, makan satu potong kue dan satu gelas jus berdua dan mulai berpegangan tangan untuk pertama kalinya.
Hari ke 7: Bermain bowling dengan teman-teman Rama. Tangan tina terasa sakit karena tidak pernah bermain bowling sebelumnya. Rama memijit-mijit tangan Sinta dengan lembut.
Hari ke 25: Rama mengajak Sinta makan malam di Ancol Bay . Bulan sudah menampakan diri, langit yang cerah menghamparkan ribuan bintang dalam pelukannya. Mereka duduk menunggu makanan, sambil menikmati suara desir angin berpadu dengan suara gelombang bergulung di pantai. Sekali lagi Sinta memandang langit, dan melihat bintang jatuh. Dia mengucapkan suatu permintaan dalam hatinya.
Hari ke 41: Rama berulang tahun. Sinta membuatkan kue ulang tahun untuk Rama. Bukan kue buatannya yang pertama, tapi kasih sayang yang mulai timbul dalam hatinya membuat kue buatannya itu menjadi yang terbaik. Rama terharu menerima kue itu, dan dia mengucapkan suatu harapan saat meniup lilin ulang tahunnya.
Hari ke 67: Menghabiskan waktu di Dufan. Naik halilintar, makan es krim bersama,dan mengunjungi stand permainan. Rama menghadiahkan sebuah boneka teddy bear untuk Sinta, dan Sinta membelikan sebuah pulpen untuk Rama.
Hari ke 72: Pergi Ke PRJ. Melihat meriahnya pameran lampion dari negeri China.. Sinta penasaran untuk mengunjungi salah satu tenda peramal. Sang peramal hanya mengatakan "Hargai waktumu bersamanya mulai sekarang", kemudian peramal itu meneteskan air mata.
Hari ke 84: Rama mengusulkan agar mereka refreshing ke pantai. Pantai Anyer sangat sepi karena bukan waktunya liburan bagi orang lain. Mereka melepaskan sandal dan berjalan sepanjang pantai sambil berpegangan tangan, merasakan lembutnya pasir dan dinginnya air laut menghempas kaki mereka. Matahari terbenam, dan mereka berpelukan seakan tidak ingin berpisah lagi.
Hari ke 99: Rama memutuskan agar mereka menjalani hari ini dengan santai dan sederhana. Mereka berkeliling kota dan akhirnya duduk di sebuah taman kota.
15:20 pm Sinta: "Aku haus.. Istirahat dulu yuk sebentar." Rama: "Tunggu disini, aku beli minuman dulu. Aku mau teh botol saja. Kamu mau minum apa?" Sinta: "Aku saja yang beli. kamu kan capek sudah menyetir keliling kota hari ini. Sebentar ya" Rama mengangguk. kakinya memang pegal sekali karena dimana-mana Jakarta selalu macet.
15:30 pm Rama sudah menunggu selama 10 menit and Sinta belum kembali juga. Tiba-tiba seseorang yang tak dikenal berlari menghampirinya dengan wajah panik. Rama : "Ada apa pak?" Orang asing: "Ada seorang perempuan ditabrak mobil. Kayaknya perempuan itu adalah temanmu" Rama segera berlari bersama dengan orang asing itu. Disana, di atas aspal yang panas terjemur terik matahari siang,tergeletak tubuh Sinta bersimbah darah, masih memegang botol minumannya. Rama segera melarikan mobilnya membawa Sinta ke rumah sakit terdekat. Rama duduk diluar ruang gawat darurat selama 8 jam 10 menit. Seorang dokter keluar dengan wajah penuh penyesalan.
23:53 pm Dokter: "Maaf, tapi kami sudah mencoba melakukan yang terbaik. Dia masih bernafas sekarang tapi Yang kuasa akan segera menjemput. Kami menemukan surat ini dalam kantung bajunya." Dokter memberikan surat yang terkena percikan darah kepada Rama dan dia segera masuk ke dalam kamar rawat untuk melihat Sinta. Wajahnya pucat tetapi terlihat damai. Rama duduk disamping pembaringan tina dan menggenggam tangan Sinta dengan erat. Untuk pertama kali dalam hidupnya Rama merasakan torehan luka yang sangat dalam di hatinya. Butiran air mata mengalir dari kedua belah matanya. Kemudian dia mulai membaca surat yang telah ditulis Sinta untuknya.
Dear Rama... ke 100 hari kita sudah hampir berakhir. Aku menikmati hari-hari yang kulalui bersamamu. Walaupun kadang-kadang kamu jutek dan tidak bisa ditebak, tapi semua hal ini telah membawa kebahagiaan dalam hidupku. Aku sudah menyadari bahwa kau adalah pria yang berharga dalam hidupku. Aku menyesal tidak pernah berusaha untuk mengenalmu lebih dalam lagi sebelumnya. Sekarang aku tidak meminta apa-apa, hanya berharap kita bisa memperpanjang hari-hari kebersamaan kita. Sama seperti yang kuucapkan pada bintang jatuh malam itu di pantai, Aku ingin kau menjadi cinta sejati dalam hidupku. Aku ingin menjadi kekasihmu selamanya dan berharap kau juga bisa berada disisiku seumur hidupku. Rama, aku sangat sayang padamu.
23:58 Rama: "Sinta, apakah kau tahu harapan apa yang kuucapkan dalam hati saat meniup lilin ulang tahunku? Aku pun berdoa agar Tuhan mengijinkan kita bersama-sama selamanya.. Sinta, kau tidak bisa meninggalkanku! hari yang kita lalui baru berjumlah 99 hari! Kamu harus bangun dan kita akan melewati puluhan ribu hari bersama-sama! Aku juga sayang padamu, Sinta. Jangan tinggalkan aku, jangan biarkan aku kesepian! Sinta, Aku sayang kamu...!"
Jam dinding berdentang 12 kali.... jantung Sinta berhenti berdetak. Hari itu adalah hari ke 100...
Katakan perasaanmu pada orang yang kau sayangi sebelum terlambat. Pacarmu? temanmu? smua org yang kamu sayang.. Kau tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi besok. Kau tidak akan pernah tahu siapa yang akan meninggalkanmu dan tidak akan pernah kembali lagi.
*Dear Friends* , * Tahukah anda* kalau orang yang kelihatan begitu tegar hatinya, adalah orang yang sangat lemah dan butuh pertolongan? * Tahukah anda* kalau orang yang menghabiskan waktunya untuk melindungi orang lain adalah justru orang yang sangat butuh seseorang untuk melindunginya? * Tahukah anda* kalau tiga hal yang paling sulit untuk diungkapkan adalah : Aku cinta kamu, maaf dan tolong aku * Tahukah anda* kalau orang yang suka berpakaian *warna merah* lebih yakin kepada dirinya sendiri? * Tahukah anda* kalau orang yang suka berpakaian *kuning * adalah orang yang menikmati kecantikannya sendiri? * Tahukah anda * kalau orang yang suka berpakaian *hitam *adalah orang yang ingin tidak diperhatikan dan butuh bantuan dan pengertian anda? * Tahukah anda * kalau anda menolong seseorang, pertolongan tersebut dikembalikan dua kali lipat? * Tahukah anda* bahwa lebih mudah mengatakan perasaan anda dalam tulisan dibandingkan mengatakan kepada seseorang secara langsung? Tapi tahukah anda bahwa hal tsb akan lebih bernil ai saat anda mengatakannya dihadapan orang tsb? * Tahukah anda* kalau anda memohon sesuatu dengan keyakinan, keinginan anda tsb pasti dikabulkan? * Tahukah anda* bahwa anda bisa mewujudkan impian anda, spt jatuh cinta, menjadi kaya, selalu sehat, jika anda memintanya dengan keyakinan, dan jika anda benar2 tahu, anda akan terkejut dengan apa yang bisa anda lakukan. * Tapi jangan percaya semua yang saya katakan* , sebelum anda mencobanya sendiri, jika anda tahu seseorang yang benar2 butuh sesuatu yg saya sebutkan diatas, dan anda tahu anda bisa menolongnya, anda akan melihat bahwa pertolongan tsb akan dikembalikan dua kali lipat.
Hari ini, *bola PERSAHABATAN * ada dilapangan anda, kirim ini kepada orang yang benar2 sahabat anda (termasuk saya jika saya juga sahabat). Juga, jangan merasa kecewa jika tidak ada seseorang yang mengirimkannya kembali kepada anda, anda akan mengetahui bahwa anda akan tetap menjaga bola untuk orang lainnya .... karena *lebih baik memberi daripada menerima *bukan ??? =)=)
Read more...
separador

Rabu, 10 April 2013

Cinta Lebih Kental dari Darah



Ada seorang kakak dan seorang adik. Mereka perempuan, dan saling menyayangi satu sama lain. Hampir setiap hari mereka menghabiskan waktu saling berbagi cerita. Kakak senantiasa menjaga adiknya, dan adik pun menuruti semua yg dinasehati oleh sang kakak.
Suatu hari , ketika sang adik sedang memegang secangkir teh. Tiba-tiba cangkir itu terlepas dari genggaman sang adik. Kemudian hening…. “derrt… derrtt” handphone sang adik bergetar.  saat itu juga sang adik melihat handphone nya, dan ternyata ia menerima sms dari ibu.
Di sms itu sang ibu memberitahukan bawa kakak yang sangat ia sayang dan senantiasa menjaganya mengalami kecelakaan dan sudah dilarikan kerumah sakit. Tanpa banyak berfikir, dengn pakaian sederhana sang adik pergi ke rumah sakit tempat kakaknya dilarikan.
Sesampainya dirumah sakit, keluarga sudah berkumpul. Semua menangis. Satu persatu menghampiri sang adik dan menyarankan kepadanya agar dia jangan menangis karena kakak yang sangat ia sayang itu sudah pergi kesurga. Rasa haru, sedu, duka menyelubungi perasaan sang adik.
Ternyata saat ia sampai kerumah sakit, sang kakak sudah dipanggil oleh yang maha kuasa. Ia hanya melihat jasad wanita yang sangat ia sayang itu dengan wajah tenang tertidur pulas dengan  terselimuti kain putih.
Setelah kepergian sang kakak, setiap hari sang adik selalu merenung. Dia masih belum bisa menerima kenyataan bahwa sang kakak yg sangat ia sayang itu sudah pergi untuk selamanya Sudah banyak orang yang berusaha untuk menhibur tetapi tidak ada yang bisa membuat ia ceria seperti dulu. Ia  berfikir bahwa tidak ada lagi yg akan senantiasa menjaganya. Apalagi dia sudah tahu kalo selama ini kakak yang sangat ia sayang itu bukanlah kakak kandungnya.
Tapi suatu malam, sang adik memimpikan sang kakak. Saat itu ia melihat kakaknya bermain  bersama dengan perempuan-perempuan yang secantik bidadari. Semuanya memegang lilin dengan cahaya api yang menyala ditangan mereka. Tetapi ia melihat lilin yang ditangan sang kakak tidak menyala.
Lalu sang adik menghampiri sang kakak dan  bertanya  “mengapa lilin ditangan kakak tidak menyala seperti yang lain?” sambil memasang mata berkaca-kaca sang kakak menjawab “Kakak senantiasa menyalakan lilin ini dengan api. tetapi setiap kali lilin ini menyala, air matamu selalu jatuh diatas lilin ini dan memadamkan apinya. Untuk itu kakak minta agar kamu jangan bersedih dan kembalilah ceria seperti dulu. Kau tak perlu menangisi kakak karena dini kakak sudah bahagia. Dan kau juga tidak perlu merasa kalau dirimu tidak ada yang menjaga Karena dari sini kakak senantiasa menjagamu”
Sang adik terbangun dari mimpinya. Dan sejak malam itu ia berfikir bahwa semua yang dikatakan kakaknya itu benar. Dan sang adik berusaha ceria kembali seperti dulu.

Read more...
separador

Secangkir Cerita Semangkuk Keharuan



Roy Angel adalah ustadz miskin yang memiliki kakak seorang milyuner. Pada tahun 2009, ketika bisnis minyak bumi sedang mengalami puncak, kakaknya menjual padang rumput di Texas pada waktu yang tepat dengan harga yang sangat tinggi. Seketika itu kakak Roy Angel menjadi kaya raya.

Setelah itu kakak Roy Angel menanam saham pada perusahaan besar dan memperoleh untung yang besar. Kini dia tinggal di apartemen mewah di Jakarta dan memiliki kantor di Di sana. Seminggu sebelum Hari raya, kakaknya menghadiahi Roy Angel sebuah mobil baru yang mewah dan mengkilap.

Suatu pagi seorang anak gelandangan menatap mobilnya dengan penuh kekaguman.
"Hai.. nak" sapa Roy Anak itu melihat pada Roy dan bertanya "Apakah ini mobil Tuan?" "Ya," jawab Roy singkat.
"Berapa harganya Tuan?"
"Sesungguhnya saya tidak tahu harganya berapa".
"Mengapa Tuan tidak tahu harganya, bukankan Tuan yang punya mobil ini?" Gelandangan kecil itu bertanya penuh heran.
"Saya tidak tahu karena mobil ini hadiah dari kakak saya"

Mendengar jawaban itu mata anak itu melebar dan bergumam, "Seandainya. ...seandainya. ..." Roy mengira ia tahu persis apa yang didambakan anak kecil itu. "Anak ini pasti berharap memiliki kakak yang sama seperti kakakku."
Ternyata Roy salah menduga, saat anak itu melanjutkan kata-katanya: "Seandainya. .. seandainya saya dapat menjadi kakak seperti itu....." Dengan masih terheran-heran Roy mengajak anak itu berkeliling dengan mobilnya.

Anak itu tak henti-henti memuji keindahan mobilnya. Sampai satu kali anak itu berkata, "Tuan bersediakah mampir ke rumah saya ? Letaknya hanya beberapa blok dari sini". Sekali lagi Roy mengira dia tahu apa yang ingin dilakukan anak ini. "Pasti anak ini ingin memperlihatkan pada teman-temannya bahwa ia telah naik mobil mewah." pikir Roy . "OK, mengapa tidak", kata Roy sambil menuju arah rumah anak itu.

Tiba di sudut jalan si anak gelandangan memohon pada Roy untuk berhenti sejenak, "Tuan, bersediakah Tuan menunggu sebentar? Saya akan segera kembali". Anak itu berlari menuju rumah gubuknya yang sudah reot. Setelah menunggu hampir sepuluh menit, Roy mulai penasaran apa yang dilakukan anak itu dan keluar dari mobilnya, menatap rumah reot itu.

Pada waktu itu ia mendengar suara kaki yang perlahan-lahan. Beberapa saat kemudian anak gelandangan itu keluar sambil menggendong adiknya yang lumpuh. Setelah tiba di dekat mobil anak gelandangan itu berkata pada adiknya: "Lihat... seperti yang kakak bilang padamu. Ini mobil terbaru. Kakak Tuan ini menghadiahkannya pada Tuan ini. Suatu saat nanti kakak akan membelikan mobil seperti ini untukmu".

Bukan karena keinginan seorang anak gelandangan yang hendak menghadiahkan mobil mewah untuk adiknya yang membuat Roy tak dapat menahan haru pada saat itu juga, tetapi karena ketulusan kasih seorang kakak yang selalu ingin memberi yang terbaik bagi adiknya. Seandainya saya dapat menjadi kakak seperti itu.

Kisah ini diambil dari sebuah kisah nyata yang ditulis dalam sebuah buku "Stories for the family's heart" by Alice Gray.

Read more...
separador

Selasa, 09 April 2013

Drama Klasik Kisah Seorang Tukang Koran



Kisah Seorang Tukang Koran
Pemeran :
·         Ajan Juliansah  : Tukang Koran
·         Aprilia Anggraeni : Antagonis
·         Arina Dwiasti : Protagonis
·         Dhea Alfiola Rizky : Protagonis
·         Miftahul Jannah : Protagonis
·         Mochamad Sofyan : Antagonis
·         Nadia Nindianisari : Protagonis
·         Nurhasanah :  Antagonis
·         Slamet Riyadi : Bandar Koran

Bagian 1
Pada suatu hari Ajan sedang menjajakan korannya di lampu merah.  Dan ia sedang menawarkan  korannya kepada anak angkuh di dalam mobil.
Ajan       : Koran ….. Koran ….. korannya kak??
                 (Lalu ia berjalan ke depan mobil segerombolan anak muda)
Sofyan :  (Membuka kaca mobil) Apaan sih nih, berisik banget gangguin aja !!!!
Ajan       : Mau beli koran kak ?
Sofyan  : Enggak ah , ngapain gue beli koran. Dasar anak miskin!!
Nur        : Udah Yan, usir aja anak miskin kaya gitu.
April       : Iya, nanti mobil lo jadi bau lagi.
Ajan       : (menundukan kepala) yaudah deh kak, maaf ganggu (menjauh dari mobil)

Bagian 2
Sore harinya, Ajan duduk di depan halte sambil menghitung hasil penjualan korannya.
Ajan       : (sambil menghitung) 1000,2000,3000…. 25.000 yahh baru 25.000 padahal yang harus disetor
                   kan 50.000, mana belum makan lagi.
Lalu Ajan pergi untuk menyetorkan uangnya ke Slamet (Bandar koran)
Slamet : Lu kemana aje?? Jam segini baru dateng, mane duit setorannye?? (dengan logat Betawinya)
Ajan       : (dengan muka tegang) I.. ii.. ini bang.
Slamet  : Apaan nih 25.000 doang ?? masa dari pagi sampe jam segini cuma dapet segini doang??!!
                  Dasar gak becus !!!
Ajan       : Maaf bang, soalnya sekarang banyak saingan.
Slamet  : Maaf, maaf, gak ada maaf buat lo !!!
Ajan       : Maaf bang besok saya jual lebih banyak lagi deh.
Slamet  : Yaudah, gue pegang janji lo. Kalo besok gak nyampe 50.000 lo gue pecat !!! (sambil berlalu)


Bagian 3
Suatu hari ada 4 orang remaja yang sedang beristirahat sambil berbicang di taman.
Arina     : Oiya lo udah dapet materi tugas yang disuruh nyari dikoran belom??
Nadia    : Beloman nih, lo berdua udah dapet ? (bertanya kepada Miftah dan Dhea)
Miftah & Dhea : Beloman juga
Arina     : Mana tugasnya buat besok lagi
Dhea     : Iyaa gimana nih, tukang koran disini kan susah
( beberapa menit kemudian )
Ajan       : Koran.. koran..
Miftah  : Eeh eeh itu tukang koran!! (Sambil menunjuk ke arah tukang koran)
Nadia    : Bang, bang, koran Bang !!
Ajan       : Mau beli koran kak? (dengan raut wajah senang)
Miftah  : Warta Kotanya ada gak bang??
Ajan       : Ada kok kak (sambil mencari koran yang diminta) Ini korannya kak!
Miftah  : Satunya berapa bang?
Ajan       : Tiga ribuan kak, kalo mau ngambil dua saya kasih korting jadi lima ribu deh
Dhea     : Satu dong bang.
Nadia    : Gue juga deh
Arina     : Yaudah deh gue juga satu.
Ajan       : (Sambil memegang perut, dan wajahnya terlihat pucat) ini kak korannya
Arina     : Nih bang uangnya (sambil mengeluarkan uang 50.000an) loh abang kenapa, kok mukanya    pucat?
Ajan       : (menerima uang) Sa,saya belom makan dari kemarin kak. (dengan suara lemah)
Nadia    : Yaudah makan bareng kita aja, sekalian kita juga belum sarapan pagi. Iya kan temen-temen?      (melihat dhea,miftah,dan arina)
Dhea,Miftah,Arina  : (mengangguk)
Dhea     : Oh iya kita belom kenalan, namanya siapa bang?
Ajan       : Nama saya ajan kak.
Dhea     : Nama gue dhea, ini nadia, ini miftah, dan ini arina.
Arina     : Ajan gak usah panggil kita kak ya soalnya kayaknya kita sepantaran, umur lo 15 kan?
Ajan       : Iya kak, mm maksud saya arina.
Nadia    : Emangnya kenapa jan kok dari kemarin belom makan?
Ajan       : Kemarin saya nggak dikasih jatah sama bos saya gara-gara setorannya Cuma 25rb, dan saya sekarang harus ngumpulin 50rb kalo nggak saya bisa dipecat.
Nadia    : Oh gitu..
Arina     : Berarti bos lo kejam banget ya, masa orang harus ngumpulin uang 50rb dalam sehari apalagi lo cuma jualan Koran kayak gini.
Miftah  : Yaudah ni gue punya uang lebih buat lo. (memberi uang 25rb)
Dhea     : Gue juga nih. (memberi 30rb)
Nadia    : Ini gue sama arina. (memberi 25rb)
Arina     : Maaf ya kita Cuma bisa bantu segini, semoga lo bisa kebantu.
Ajan       : Gak papa kok ini malah bantu banget buat saya. Makasih ya arina, dhea, miftah, nadia.
Arina, Dhea, Miftah, Nadia : (mengangguk)

Bagian 4
Lalu Ajan pun berlalu dan pergi menjual korannya lagi. Setelah siang tiba ia langsung bergegas ke tempat bosnya dan langsung memberikan hasil jualannya.
Ajan       : (dengan raut wajah gembira) bang.. bang..bang…
Slamet  : (bos yang sedang tidur langsung terbangun dengan suara ajan) Lo lagi. Apaan sih lo berisik banget,siang-siang begini gangguin aje. Bisanya bikin orang kesel mulu lo.
Ajan       : Maaf bang, ini saya mau nyetor bang. (menyetorkan uang 50rb)
Slamet  : Wow, bagus, bagus. Tumben lo bener kerjanye. Lo kagak jadi gue pecat, nih bagian buat lo. (memberi uang 20rb)
Ajan       : Makasih bang.. saya pergi dulu bang.

Bagian 5
Karena masih siang Ajan pun berniat untuk jalan-jalan tetapi tidak sengaja ia bertemu dengan remaja angkuh yang ia temui kemarin. Sementara itu Nur dan kawan-kawan sedang berbincang-bincang di dekat jalan.
Nur        : (memainkan hp)
Penjahat: Heh serahin gak hp lo. (menodong dengan pisau)
Nur        : Nggak mau bang. Guys. Tolongin gue dongg.. April, Sofyan, tolongin gue dongg..
April       : Sorry, nur gue gak bisa bantuin lo. (perlahan menjauh dari Nur)
Sofyan  : Iya nur, gue gak berani. (sambil berlalu)
Nur        : Ah sialan lo temen apaan kalian..
Penjahat: Heh sekarang lo sendirian, siniin  gak hp lo.
Nur        : Tolong..tolong..
Ajan       : Suara siapa tuh yang minta tolong? Loh itu kan cewe yang kemarin di mobil? Wah dia lagi ditodong, gue harus tolongin nih.
Nur        : Tolonggg..
Penjahat: Diem lo, serahin hp lo atau gue bunuh lo!!
Ajan       : Hah gue punya ide. Ada polisi, ada polisi.
Penjahat: Hah polisi? Mampus gue. (berlari)
Ajan        : Lo gak papa kan?
Nur        : Iya gak papa. Lo yang penjual Koran itu kan? Ngapain lo tolongin gue? Padahal kan gue udah jahatin lo kemarin.
Ajan       : Iya gue penjual koran yang kemarin. Kita sesama manusia harus tolong-menolong walaupun sama musuh.
Nur        : Makasih ya, lo tetep baik walaupun gue dan temen-temen gue jahatin lo. Maaf banget ya soal yang kemarin.
Ajan       : Iya. Oh ya temen-temen lo kemana?
Nur        : Temen gue tadi disini tapi mereka langsung kabur gak nolongin gue. Ternyata gue baru tahu mereka cuma ada pas gue lagi seneng doang, sedangkan disaat gue lagi susah mereka gak ada.
Ajan       : Yaudah gak papa yang penting sekarang lo udah selamet. Yaudah gue pergi lagi ya.
Nur        : Iya sekali lagi makasih banyak ya.
April       : Nur.. nur lo gak papa kan?
Nur        : Nggak gue gak papa. Kemana aja kalian?
Sofyan  : Sorry tadi kita takut banget, makanya kita kabur.
Nur        : Udah mendingan kalian gak usah jadi temen gue lagi, disaat gue lagi susah kalian malah gak ada di samping gue.
April       : Maaf nur nanti kalo lo susah lagi pasti kita bantu kok, ya kan yan?
Sofyan  : Iya nur, pasti itu.
Nur        : Udah terlambat.. sekarang gue udah gak papa. Asal kalian tahu ya yang tadi nolongin gue itu penjual Koran yang kemarin kita hina.
April       : Hah penjual Koran yang bau dan miskin itu?
Sofyan  : Idih kok lo mau sih ditolongin sama dia?
Nur        : Stop, jangan hina dia lagi.
April dan Sofyan: Yaudah kita minta maaf deh.
Nur        : Oke, lo gue maafin. Tapi ada syaratnya, lo harus minta maaf sama Ajan besok.
Akhirnya Nur mendapat balasan dari perbuatannya dan ia sekarang tau mana yang teman mana yang bukan. April dan Sofyan pun sekarang tidak berteman dengan Nur.

Bagian 6
Keesokan harinya, Nur bertemu dengan Sofyan dan April , lalu dia mengajak mereka berdua untuk bertemu Ajan.
Nur        : (menoleh ke kanan dan ke kiri) mana ya si ajan ?
April       : Hari ini dia gak dagang kali nur , udah ayok balik ah
Sofyan : Tau nih gajelas banget lu nur , udah ayok ah udah siang nih
Nur        : Lo mau gue maafin kan ? Ikutin aja apa kata gue
Karena mereka kelelahan mereka mencari tempat duduk dihalte. Lalu beberapa menit kemudian suara ajan mulai terdengar .
Ajan       : Koran …. Koran …
Nur        : Tuh dia suara ajan . ( Kemudian nur memanggil ajan ) Woy jan sini deh
Ajan       : Iya ada apa ?
Nur        : Nih ada temen gue yang mau ngomong sama lo
April       : Jan gue mau minta maaf sama lo ( dengan raut wajah tidak ikhlas )
Nur        : Minta maaf yang ikhlas dong
Sofyan : Ajan maafin gue ya kalo selama ini gue punya salah ama lo , gue sadar gue udah banyak salah ama lo
Ajan       : Iya iya sebelum kalian minta maaf gue udh maafin kok.
Sofyan & April : Makasih banyak Jan.
Setelah itu datanglah Arina, Nadia, Miftah, dan Dhea ke tempat Ajan.
Arina     : Ajaan.. Ajaann !!
Ajan       : Ehh kalian, ngapain kesini?
Miftah  : Kita kesini mau tau kabar lo.
Nadia    : Iya Jan, lo udah gak di marahin lagi kan sama bos lo?
Ajan       : Enggak kok.
Dhea     : Oiya, ini siapa Jan?
Ajan       : Oiya, kenalin ini temen baru gue. Ini Nur, ini Sofyan, dan ini April. (sambil menunjuk mereka satu per satu) Nah kalian, kenalin ini Arina, Nadia, Dhea dan Miftah.
Nur, Sofyan, & April : (Tersenyum)
Nur        : Hai !! salam kenal ya?
Arina     : Iya..
Dhea     : Oiya Jan, udah sore nih, lo gak nyetor ke bos lo?
Ajan       : Oiya, lupa. Yaudah deh gue sekarang kesana.
Nadia & Miftah : Gue ikut Jan!!
Arina     : Kalian ikut gak? (bertanya kepada Nur, April, dan Sofyan)
Nur, April, & Sofyan : Iya, gue juga ikut deh.
Lalu mereka pergi bersama-sama untuk menyetorkan hasil kerja Ajan hari itu.
Ajan       : Bang, saya mau nyetor uang.
Slamet  : Mane duitnye?
Ajan       : Nih bang duitnya. (sambil memberikan uang)
Slamet  : Baguuusss, tiap hari aja lu begini.
Ajan       : Hehe, iya bang.
Slamet  : Nih siapa jan? Temen lu?
Ajan       : Oiye bang, saya lupa kenalin. Ini temen-temen saya.
Slamet  : Temen lu orang kaya semua nih.
Sofyan  : Enggak bang, biasa aja.
Slamet  : Sering-sering lu jan, punya temen kaya begini. Asal lu tau ye? Ajan ini biasanya suka kentut sembarangan.
Teman-teman yang lain                : Hahahaha. (tertawa bersama)
Ajan       : Enak aja lu bang. (muka cemberut)
Akhirnya mereka semua berteman dengan Ajan, dan bos Ajan yaitu Slamet, tidak sering memarahi Ajan lagi.

TAMAT
Read more...
separador

Followers